Senin, 04 Mei 2015
Jumat, 06 Maret 2015
Selasa, 03 Maret 2015
Sistem Optika Mata
Mata sebagai indera penglihat merupakan alat optik yang sangat penting. Bagian-bagian penting mata ditunjukkan pada gambar berikut.
KLIK
KLIK
Selasa, 24 Februari 2015
Makalah Alat - Alat Optik
Alat Alat Optik :) mau lihat versi lain makalah tentang alat alat optik ???? cusssss , DOWNLOAD DISINI yaah :)
ALAT ALAT OPTIK
1. MATA
Mata merupakan alat optik terpenting sebagai indera penglihatan.
Bagian-bagian mata, yaitu sebagai berikut:
a. Kornea, yaitu bagian depan mata yang berupa lengkungan yang dilapisi selaput (membran) yang kuat dan tembus cahaya.
b. Aqueous humor, yaitu cairan di belakang kornea.
c. Lensa kristalin, yaitu lensa mat dari bahan bening, dan kenyal. Fungsinya untukmengatur pembiasan cahaya yang masuk ke mata. Lensa ini berbentuk lensa cembung (lensa positif)
d. Iris, yaitu selaput yang berfungsi sebagai diafragma, yaiutu mengatur lebar celah mata (pupil)
e. Pupil, pengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Jika cahaya yang masuk sedikit maka pupil membesar. Sebaliknya jika cahaya yang masuk banyak, pupil mengecil.
f. Vitreous humor (cairan bening), sebagian besar air.
g. Retina, yaitu lapisan yang berisi ujung-ujung saraf yang berasal dari urat saraf optik. Pada bagian tengah retina terdapat bagian yang merupakan bagian palig peka, yaitu bintik kuning.
h. Otot siliar,
i. Saraf optik
Mata Normal
Mata normal dapat melihat benda dengan jelas untuk setiap objek yang terletak di antara jarak 25 cm di depan mata sampai jarak tak terhingga. Dalam keadaan bebas (otot-otot mata tidak berkontraksi), mata normal membentuk bayangan nyata di retina dari suatu objek di tempat tak terhingga (lihat gambar 9.1(a)). Sedangkan untuk melihat benda pada jarak terhingga atau dekat, otot-otot pengatur lensa mata berkontraksi membentuk lensa kristialin menjadi lensa cembung (lihat gambar 9.1(b)). Jarak fokus lensa mata menjadi lebih pendek sehingga bayangan dapat terbentuk pada retina. Proses penyesuain lensa mata dengan jarak objek yang diamati disebut akomodasi. Kemampuan mata untuk memperbesar kekuatan lensanya sehingga sesuai dengan jarak objek yang diamati disebut daya akomodasi.
Mau tau lebih lengkap check This One out !
Mata merupakan alat optik terpenting sebagai indera penglihatan.
Bagian-bagian mata, yaitu sebagai berikut:
a. Kornea, yaitu bagian depan mata yang berupa lengkungan yang dilapisi selaput (membran) yang kuat dan tembus cahaya.
b. Aqueous humor, yaitu cairan di belakang kornea.
c. Lensa kristalin, yaitu lensa mat dari bahan bening, dan kenyal. Fungsinya untukmengatur pembiasan cahaya yang masuk ke mata. Lensa ini berbentuk lensa cembung (lensa positif)
d. Iris, yaitu selaput yang berfungsi sebagai diafragma, yaiutu mengatur lebar celah mata (pupil)
e. Pupil, pengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Jika cahaya yang masuk sedikit maka pupil membesar. Sebaliknya jika cahaya yang masuk banyak, pupil mengecil.
f. Vitreous humor (cairan bening), sebagian besar air.
g. Retina, yaitu lapisan yang berisi ujung-ujung saraf yang berasal dari urat saraf optik. Pada bagian tengah retina terdapat bagian yang merupakan bagian palig peka, yaitu bintik kuning.
h. Otot siliar,
i. Saraf optik
Mata Normal
Mata normal dapat melihat benda dengan jelas untuk setiap objek yang terletak di antara jarak 25 cm di depan mata sampai jarak tak terhingga. Dalam keadaan bebas (otot-otot mata tidak berkontraksi), mata normal membentuk bayangan nyata di retina dari suatu objek di tempat tak terhingga (lihat gambar 9.1(a)). Sedangkan untuk melihat benda pada jarak terhingga atau dekat, otot-otot pengatur lensa mata berkontraksi membentuk lensa kristialin menjadi lensa cembung (lihat gambar 9.1(b)). Jarak fokus lensa mata menjadi lebih pendek sehingga bayangan dapat terbentuk pada retina. Proses penyesuain lensa mata dengan jarak objek yang diamati disebut akomodasi. Kemampuan mata untuk memperbesar kekuatan lensanya sehingga sesuai dengan jarak objek yang diamati disebut daya akomodasi.
Mau tau lebih lengkap check This One out !
Selasa, 17 Februari 2015
Pemantulan Dan Pembiasan
Jenis-Jenis Pemantulan
a) Pemantulan teratur
Berkas sinar-sinar sejajar dipantulkan sejajar juga.
Banyak sinar pantul yang mengenai mata pengamat sehingga benda tampat bersinar terang.
Terjadi pada benda-benda yang permukaannya halus(rata), seperti kaca, baja dan aluminium.
b) Pemantulan baur (difus)
Berkas sinar-sinar sejajar dipantulkan ke segala arah.
Hanya sedikit sinar pantul yang mengenai mata pengamat sehingga benda tampak suram.
Terjadi pada benda yang mempunyai permukaan kasar (tidak rata)
Pemantulan baur sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, jika tidak ada pemantulan baur maka tempat-tempat yang terhalang oleh cahaya matahari akan tampak gelap gulita.
Hukum Pemantulan Cahaya
Dalam membahas hukum pemantulan digunakan beberapa pengertian sebagai berkut :
Sinar datang adalah sinar yang datang lurus pada permukaan benda.
Sinar pantul adalah sinar yang dipantulkan leh permukaan benda.
Garis normal adalah garis yang dibuat tegak lurus pada permukaan benda.
Sudut datang adalah sudut antara sinar datang dan garis normal.
Sudut pantul adalah sudut antara sinar pantul dan garis normal.
Mau lebih hitss ? KLIK disini :)
Minggu, 15 Februari 2015
Pengertian Aberasi
Aberasi disebut juga kesesatan atau kecacatan lensa. Aberasi adalah kelainan bentuk bayangan yang dihasilkan oleh lensa atau cermin. Suatu kesalahan dalam system optis sehingga bayangan yang terjadi tidak sama dengan bendanya. Pada lensa atau cermin, kadang-kadang terbentuk bayangan yang tidak dikehendaki. Misalnya timbulnya jumbai-jumbai berwarna di sekitar bayangan. Hal ini terjadi jika semua sinar dari sebuah objek titik tidak difokuskan pada sebuah titik bayangan tunggal,sehingga muncul bayangan yang tidak hanya satu atau munculnya bayangan buram yang dihasilkan inilah yang disebut aberasi (Tippler, 2001). Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksialoptika geometris. Degradasi yang terjadi dapat disebabkan sifat-sifat optik dari cahaya maupun dari sifat-sifat optik sistem kanta sebagai medium terakhir yang dilalui sinar sebelum mencapai mata pengamatnya.
Jenis Aberasi
1. Aberasi Sferis
Aberasi sferis adalah gejala kesalahan terbentuknya bayangan yang diakibatkan pengaruh kelengkungan lensa atau cermin. Aberasi semacam ini akan menghasilkan bayangan yang tidak memenuhi hukum-hukum pemantulan atau pembiasan. Pembentukan bayangan pada lensa tipis sejauh ini adalah pembentukan bayangan oleh sinar-sinar paraksial atau sinar-sinar yang dekat dengan sumbu utama lensa sehingga bayangan yang terbentuk terkesan sangat jelas dan tajam. Pada kenyataannya, bayangan yang dibentuk oleh lensa tidak selalu tajam, bahkan bisa saja terlihat kabur (buram). Cacat bayangan seperti ini disebabkan oleh berkas sinar yang jauh dari sumbu utama tidak dibiaskan sebagaimana yang diharapkan. Berkas sinar sejajar yang jauh dari sumbu utama dibiaskan lensa tidak tepat di fokus utama, tetapi cenderung untuk mendekati pusat optik (Gambar). Semakin jauh dari sumbu utama, berkas sinar sejajar ini akan semakin mendekati pusat optik lensa. Cacat inilah yang disebut aberasi sferis. Aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau dengan lensa gabungan aplanatis yang terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan
Ada dua jenis aberasi Sferis :
a. Aberasi Sferis Aksial
Aberasi sferis aksial menimbulkan ketidakpastian letak bayangan sepanjang arah sumbu optic.
b. Aberasi Sferis Lateral
Aberasi lateral menyebabkan kekaburan bayangan titik sumber sinar berupa bundaran kekaburan pada arah tegak lurus sumbu optic.
c. Koma
Pada dasarnya, koma sama dengan aberasi sferik yakni sebagai akibat dari kegagalan lensa dalam membentuk gambar dari sinar pusat dan sinar-sinar yang melalui daerah yang lebih ke pinggir lensa pada satu titik. Hanya saja, pada koma sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma.
d. Astigmatisme
Sementara Astigmatisma itu sama dengan koma dalam hal bahwa koma itu terbentuk akibat penyebaran gambar dari suatu titik pada suatu bidang yang tegak lurus pada sumbu lensa sedangkan asigmatisma terbentuk sebagai penyebaran gambar dalam suatu arah sepanjang sumbu lensa. Dalam ketiga hal tersebut, gambarnya akan menjadi kabur. Adapun distorsi timbul akibat dari pembesaran yang berbeda dalam arah yang menjauhi sumbu lensa; sehingga suatu benda yang tadinya berbentuk garis lurus akan berubah bentuknya menjadi melengkung.
Mau tahu lebih lanjut ? penasaran ??????
Ini makalah Teori Aberasi Optik check this one out !
Aberasi disebut juga kesesatan atau kecacatan lensa. Aberasi adalah kelainan bentuk bayangan yang dihasilkan oleh lensa atau cermin. Suatu kesalahan dalam system optis sehingga bayangan yang terjadi tidak sama dengan bendanya. Pada lensa atau cermin, kadang-kadang terbentuk bayangan yang tidak dikehendaki. Misalnya timbulnya jumbai-jumbai berwarna di sekitar bayangan. Hal ini terjadi jika semua sinar dari sebuah objek titik tidak difokuskan pada sebuah titik bayangan tunggal,sehingga muncul bayangan yang tidak hanya satu atau munculnya bayangan buram yang dihasilkan inilah yang disebut aberasi (Tippler, 2001). Aberasi optik adalah degradasi kinerja suatu sistem optik dari standar pendekatan paraksialoptika geometris. Degradasi yang terjadi dapat disebabkan sifat-sifat optik dari cahaya maupun dari sifat-sifat optik sistem kanta sebagai medium terakhir yang dilalui sinar sebelum mencapai mata pengamatnya.
Jenis Aberasi
1. Aberasi Sferis
Aberasi sferis adalah gejala kesalahan terbentuknya bayangan yang diakibatkan pengaruh kelengkungan lensa atau cermin. Aberasi semacam ini akan menghasilkan bayangan yang tidak memenuhi hukum-hukum pemantulan atau pembiasan. Pembentukan bayangan pada lensa tipis sejauh ini adalah pembentukan bayangan oleh sinar-sinar paraksial atau sinar-sinar yang dekat dengan sumbu utama lensa sehingga bayangan yang terbentuk terkesan sangat jelas dan tajam. Pada kenyataannya, bayangan yang dibentuk oleh lensa tidak selalu tajam, bahkan bisa saja terlihat kabur (buram). Cacat bayangan seperti ini disebabkan oleh berkas sinar yang jauh dari sumbu utama tidak dibiaskan sebagaimana yang diharapkan. Berkas sinar sejajar yang jauh dari sumbu utama dibiaskan lensa tidak tepat di fokus utama, tetapi cenderung untuk mendekati pusat optik (Gambar). Semakin jauh dari sumbu utama, berkas sinar sejajar ini akan semakin mendekati pusat optik lensa. Cacat inilah yang disebut aberasi sferis. Aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau dengan lensa gabungan aplanatis yang terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan
Ada dua jenis aberasi Sferis :
a. Aberasi Sferis Aksial
Aberasi sferis aksial menimbulkan ketidakpastian letak bayangan sepanjang arah sumbu optic.
b. Aberasi Sferis Lateral
Aberasi lateral menyebabkan kekaburan bayangan titik sumber sinar berupa bundaran kekaburan pada arah tegak lurus sumbu optic.
c. Koma
Pada dasarnya, koma sama dengan aberasi sferik yakni sebagai akibat dari kegagalan lensa dalam membentuk gambar dari sinar pusat dan sinar-sinar yang melalui daerah yang lebih ke pinggir lensa pada satu titik. Hanya saja, pada koma sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma.
d. Astigmatisme
Sementara Astigmatisma itu sama dengan koma dalam hal bahwa koma itu terbentuk akibat penyebaran gambar dari suatu titik pada suatu bidang yang tegak lurus pada sumbu lensa sedangkan asigmatisma terbentuk sebagai penyebaran gambar dalam suatu arah sepanjang sumbu lensa. Dalam ketiga hal tersebut, gambarnya akan menjadi kabur. Adapun distorsi timbul akibat dari pembesaran yang berbeda dalam arah yang menjauhi sumbu lensa; sehingga suatu benda yang tadinya berbentuk garis lurus akan berubah bentuknya menjadi melengkung.
Mau tahu lebih lanjut ? penasaran ??????
Ini makalah Teori Aberasi Optik check this one out !
Sabtu, 07 Februari 2015
Makalah Jenis - Jenis Radiasi
Pengertian Radiasi
Dalam terminologi fisika, secara umum radiasi diartikan sebagai pancaran. Dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya kita selalu berhubungan dengan radiasi ini. Matahari dikatakan sebagai sumber radiasi karena dapat memancarkan radiasi dalam bentuk cahaya. Mengingat cahaya dari permukaan matahari dapat mencapai bumi tanpa memerlukan medium atau penghantar, maka radiasi cahaya pada prinsipnya adalah perpindahan cahaya tanpa diperlukannya medium penghantar. Dengan demikian radiasi merupakan pancaran energi yang berasal dari proses transformasi atom atau inti atom yang tidak stabil. Ketidak-stabilan atom dan inti atom mungkin memang sudah alamiah atau buatan manusia, oleh karena itu ada sumber radiasi alam dan sumber radiasi buatan.
2.3 Jenis-jenis radiasi
Secara garis besar, berdasarkan kemampuan mengionisasi radiasi digolongkan kedalam radiasi pengion dan radiasi non-pengion.
2.3.1 Radiasi Pengion
Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat mengionisasi atom-atom atau materi yang dilaluinya. Karena terjadi proses ionisasi ini maka pada materi yang dilalui radiasi akan terbentuk pasangan ion positif dan negatif. Secara garis besar, radiasi pengion dapat dibagi menjadi dua, yaitu radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan radiasi dalam bentuk partikel. Selanjutnya radiasi partikel ini juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu radiasi partikel bermutan listrik dan radiasi partikel tidak bermuatan listik. Klasifikasi radiasi secara keseluruhan adalah ditunjukan pada gambar berikut.
Lebih lengkap yuk KLIK disini :)
Makalah Mata Kuliah "OPTIK" Pengukuran Cahaya
A. Pengertian Cahaya
Cahaya dapat kita temui dimana-mana.cahaya bersifat gelombang dan partikel, Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat,kesa adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai suatu benda. melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi, defraksi , dispersi, dan refleksi dapat dijelaskan dengan teori gelembang.
B. Sumber dan Sifat Cahaya
a) Sumber cahaya secara garis besar dibagi :
• Cahaya Alam (Natural Ligthing)
Yang termasuk cahaya alam adalah cahaya matahari yang merupakan sumber cahaya utama dan dominan di bumi. • Cahaya Buatan (Artifasial)
Cahaya buatan ini meliputi cahaya listrik, cahaya gas, lampu minyak dan lilin.Cahaya buatan ini sebagai sarana pelengkap untuk penerangan ruangan.
b) Sifat Cahaya :
• Cahaya Merambat Lurus Cahaya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya merambat ke segala arah.Bila medium yang dilaluinya homogen, maka cahaya lurus.Bukti cahaya merambat lurus tampak pada berkas cahaya matahari yang menembus masuk ke dalam ruangan yang gelap.Demikian pula dengan berkas lampu sorot pada malam hari.Berkas-berkas itu tampak sebagai batang putih yang lurus. Ketika menyentuh permukaan suatu benda maka rambatan cahaya akan mengalami dua hal, yaitu pemantulan atau pembiasan. Pemantulan biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya.
• Cahaya Dapat Dipantulkan
Kita dapat melihat benda di sekitar kita karena benda itu memantulkan cahaya.Kemudian cahaya pantulan itu masuk ke mata kita.Jelas tidaknya benda tergantung pada banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh benda. Benda tampak berwarna merah karena benda tersebut memantulkan spektrum warna merah dan menyerap spektrum warna lain. Benda tampak hitam karena benda tidak memantulkan cahaya tetapi menyerap semua spektrum warna, sedangkan benda putih akan memantulkan semua cahaya. Jenis pemantulan cahaya ada 2 yakni pemantulan teratur dan pemantulan baur.pemantulan teratur adalah pemantulan yang sama sudutnya dengan sinar datang dan terjadi pada benda teratur. sedangkan pemantulan baur adalah cahaya yang dipantulkan yang tersebar ke banyak arah yang berbeda dikarenakan suatu permukaan tidak teratur.
• Cahaya Dapat Dibiaskan
Setiap berkas cahaya yang masuk dari medium yang satu ke medium yang lain akan dibiaskan atau dibelokkan arah rambatnya disebut pembiasan atau refraksi. Besarnya pergeseran berkas cahaya yang keluar dari suatu medium bergantung pada kerapatan optik medium tersebut.Jika cahaya masuk dari zat optik kurang rapat ke zat optik lebih rapat, cahaya dibiaskan mendekati garis normal.Sebaliknya, jika cahaya masuk dari zat optic lebih rapat ke zat optik kurang rapat, cahaya dibiaskan menjauhi garis normal.
• Cahaya Dapat Diuraikan ( Dispersi )
Dispersi cahaya merupakan peristiwa terurainya cahaya putih menjadi warna-warna spektrum.Isac Newton mengemukakan bahwa sesungguhnya cahaya putih mengandung semua dari tujuh warna yang terdapat pada pelangi.Berdasarkan urutan penurunan panjang gelombang, maka warna-warna yang seharusnya kamu lihat pada pelangi adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
C. Pengukuran Kwantitas Cahaya
Fotometri ialah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran kwantita cahaya. Ada beberapa kwantitas cahaya yaitu:
a) Kuat/ intensitas cahaya (I)
Kuat cahaya merupakan jumlah arus cahaya yang dapat dipancarkan dari sumber cahaya tiap satuan sudut ruang. Satuan kuat cahaya adalah Iilin(I)/candela (Cd). Satu Iilin internasional ialah kuat cahaya yang memberikan cahaya sebanyak 1/20 kali banyaknya cahaya yang dipancarkan oleh 1cm2 platina pada titik lebur. Intensitas cahaya adalah besaran pokok fisika untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut.Satuan SI dari intensitas cahaya adalah Candela (Cd). Dalam bidang optika dan fotometri (fotografi), kemampuan mata manusia hanya sensitif dan dapat melihat cahaya dengan panjang gelombang tertentu (spektrum cahaya nampak) yang diukur dalam besaran pokok ini.
Ingin makalah lebih lengkap check This one out :)
Jumat, 06 Februari 2015
RPP Induksi Magnet Kelas XII SMA Kurikulum 2013
RPP STAD INDUKSI MAGNET KELAS XII SMA SEMSTER 1
Let's check it , KLIK
Kamis, 25 Desember 2014
CONTOH PORTOFOLIO
Nama : HELSY DINAFITRI
NIM : 06121011020
Contoh Portofolio
Berikut adalah contoh tugas dari guru kepada siswa untuk membuat portofolio:
1. Contoh tugas untuk membuat portofolio “karya terbaik”
Kumpulkan dalam satu bendel, karya tulis kamu, untuk menunjukkan karya terbaik kamu dalam pembuatan puisi, laporan kunjungan ke objek wisata, artikel dalam majalah dinding. Jelaskan mengapa masing-masing merupakan karya terbaik.
2. Contoh tugas untuk membuat portofolio perkembangan atau kemajuan belajar
1. Tuliskanlah uraian tentang kemajuan kemampuanmu menulis cerita/makalah/ laporan (salah satu), selama satu semester terakhir, dengan menceriterakan cara menulis draft awal, cara memperbaiki draft itu, kritikmu atas drafta awalmu, dan penilaianmu atas kemajuan atau perkembangan kemampuanmu itu.
2. Tuliskanlah pengalamanmu belajar Fisika selam satu semester terakhir, meliputi hal-hal yang tidak menarik dan hal-hal yang menarik, serta pengetahuan kamu tentang kegunaan matematika dalam kehidupan atau dalam hal-hal lain.
3. Contoh tugas untuk membuat portofolio proyek
1. Tugas membuat dokumentasi.
Kunjungi perpustakaan, kantor-kantor, dan tempat-tempat yang sesuai, untuk mengumpulkan informasi tentang satu atau beberaapa masalah Buatlah uraian tentang hasil kunjunganmu, yang mencakup: nama pengumpul informasi, tanggal pengumpulan informasi, masalah yang diselidiki, sumber informasi, uraian terperinci tentang masalah dan informasi yang terkumpul, dan kesimpulanmu, mengenaai masalah tersebut.
2. Tugas melakukan wawancara
Buatlah uraian tentang hasil wawancara dengan pejabat yang berwewenang mengenai masalah ……., yang mencakup: nama pewawancara, tanggall wawancara, masalah yang diselidiki, maksud wawancara, identitas pejabat yang diwawancarai, informasi tentang masalah yang diselidiki, informasi tentang tindakan memecahkan atau mengatasi masalah tsb. tanggapan pejabat tsb. atas maksud wawancara, kesimpulan dan saran kamu.
Contoh Pedoman Penskoran untuk Portofolio
Ada bermacam-macam bentuk pedoman penskoran untuk menilai portofolio.
Berikut ini disajikan beberapa contoh.
Contoh 1
Pedoman Penskoran Hasil Penyelidikan
1. Bukti terjadinya proses berpikir
• Apakah siswa telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi
portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
• Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan, menjelajah,
menganalisis, mencari pola, dsb?
• Apakah siswa telah menggunakan materi konkret atau gambar
untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk
memperoleh hasil penyelidikannya?
• Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain dalam
pemecahan masalah atau penyelidikannya?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]
2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
• Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh siswa yang dilaporkan
dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman siswa tentang konsep aatau kaidah tertentu?
• Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan
keterampilan siswa dalam menggunakan konsep, cara, atau
kaidah tertentu?
• Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap siswa
terhadap pelajaran yang bersangkutan?
• Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa
subpokok bahasan?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]
3. Keragaman pendekatan
• Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
• Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa siswa melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?
[Besarnya skor sama dengan dua kali banyaknya indikator yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 2, 4]
Contoh 2
Pedoman Penskoran Hasil Karya dalam Matematika
Aspek Indikator Skor
Pengetahuan
Matematika Menunjukkan pemahaman tentang semua konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Menggunakan istilah dan notasi matematis yang sesuai
Melaksanakan algoritma yang relevan dengan lengkap dan benar 4
Menunjukkan bahwa siswa memahami hampir semua konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Menggunakan istilah dan notasi matematis hampir betul.
Melaksanakan algoritma yang relevan dengan lengkap, tetapi ada kesalahan kecil dalam hitungan. 3
Menunjukkan bahwa siswa memahami sebagian konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Berbuat kesalahan yang agak serius dalam hitungan 2
Tampak bahwa pemahamannnya sangat terbatas tentang konsep dan prinsip matematika yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Keliru atau tidak dapat menggunakan istilah atau notasi matematis sebagaimana yang seharusnya.
Berbuat kekelruan parah dalam hitungan 1
Tidak memahami konsep dan prinsip matematis yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. 0
Strategi
Strategi Menggunakan informasi yang relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya.
Berhasil mengidentifikasi semua unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan bahwa siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu.
Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah.
Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan lengkap prosesnya. 4
Menggunakan informasi yang relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya.
Berhasil mengidentifikasi sebagian besar unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan bahwa siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu.
Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah..
Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan hampir lengkap prosesnya. 3
Berhasil mengidentifikasi beberapa unsur penting di dalam masalah, tetapi tampak bahwa siswa hampir tidak tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu.
Mencerminkan penggunaan strategi yang cocok, tetapi pemecahan masalah yang dilakukannya tidak sistematis dan tidak lengkap. 2
Menggunakan informasi yang toidak relevan.
Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Menggunakan strategi yang tidak cocok.
Tidak ada kejelasan tentang strategi yang digunanaknnya. Penyelesaian masalah yang dibuatnya tidak sistematik dan tidak selesai. 1
Ada usaha menggunakan informasi yang tidak relevan.
Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Mungkin menulis masalah yang harus dipecahkannya. Tetapi tidak mampu berusaha memecahkannya. 0
Komunikasi Memberikan tanggapan yang lengkap, serta uraian yang jelas dan tidak meragukan.
Membuat ganbar atau diagram yang cocok dan lengkap.
Menyampaikan gagasannya dengan jelas.
Menggunakan argumen yang logis dan lengkap.
Memberikan contoh atau contoh-kontra. 4
Memberikan tanggapan yang agak lengkap, serta uraian yang jelas.
Membuat ganbar atau diagram yang cocok dan agak lengkap.
Menyampaikan gagasannya dengan jelas.
Menggunakan argumen yang logis, tetapi agak kurang lengkap. 3
Membuat langkah yang benar dalam memecahkan masalah, tetapi belum selesai. Di samping itu, penjelasannya agak tidak jelas.
Membuat gambar atau diagram yang salah atau tidak jelas.
Uraian yang dibuatnya tidak jelas, atau sukar dipahami.
Argumennya tidak lengkap atau kurang logis. 2
Membuat sedikit langkah yang benar dalam memecahkan masalah. Langkah yang lain sulit diikuti.
Membuat diagram atau ganmabar yang salah (tidak relevan dengan masalah yang harus dipecahkannya) 1
Tidak dapat mengutarakan maksudnya. Kalimatnya tidak menggambarkan masalah yang harus dipecahkannya.
Membuat gambar yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah yang harus dipecahkannya. 0
10. Pembobotan Nilai Portofolio
Berbagai bentuk penilaian lazimnya mempunyai bobot yang berbeda. Akan tetapi bobot setiap bentuk pernilaian tidak dapat ditrentukan secara seragam, karena kedudukan penilaian dengan portofolio dalam suatu pembelajaran mungkin tergantung pada jenis mata pelajaran Sebagai contoh: Bobot portofolio untuk mata pelajaran olah raga mungkin berbeda dengan nilai portofolio pada mata pelajaran sejarah atau fisika.
Minggu, 21 September 2014
Tinggal 2 hari lagii Buruan Daftar !! klo bukan sekarang, kapan lagi??
Buruan Ikutan "SEMINAR PROPOSAL PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) " by HIMAPFIS UNSRI
Rabu,24 September 2014 di Gedung Serbaguna FKIP UNSRI Indralaya
Cuma 25rb loh ,udah bisa dapet Sertifikat,Snack,Makan Siang,Ilmu bermanfaaat,senyum panitia daan TRIKS JITU goes to PIMNAS 2015
Ayoo buruan sebelum berakhir pengiriman proposal PKM 5 Bidang akhir September ini segera daftarkan dirimu ,jangan sampai ketinggalan !!
Info lebih lanjut :
Contact us : 089627459808 (Helsy) / 089696498957 (Hesih)
Twitter : @HIMAPFIS_UNSRI
Blog : Himapfis10.blogspot.com
Rabu, 10 September 2014
PHYSICS IN ACTION 2014 proudly presented by Himapfis UNSRI:: SEMINAR PROPOSAL PKM :: Wanna goes to PIMNAS ??? buruaan sebelum pengumpulan proposal PKM 5 bidang berakhir akhir september ini Buat Mahasiswa Super se-Sumatera Selatan , Ayo daftarkan dirimu!! Pendaftaran sudah dibuka dari sekarang Acara ini diadakan tanggal 24 September 2014 ini Di gedung serbaguna FKIP UNSRI. Biaya pendaftaran CUMA 25rb,fasilitas : snack,makan siang,sertifikat,ilmu yang bermanfaat ,senyum panitia daan tips-tips jitu langsung dari salah satu pemenang PIMNAS 2014 Dapat menghubungi cp : 089627459808/ 089663832429. BURUAN IKUUT.....,JANGAN SAMPAI KETINGGALAN YAAAAH Info lebih lanjut : Twitter : @HIMAPFIS_UNSRI Blog : http://himapfis10.blogspot.com/
Senin, 01 September 2014
PHYSICS IN ACTION 2014 proudly presented by Himapfis UNSRI:: PELATIHAN PROPOSAL PKM ::
Buat Mahasiswa Super se-Sumatera Selatan ,Ayo daftarkan dirimu! ^_^ Pendaftaran sudah dibuka dari sekarang ^_^
Acara ini diadakan tanggal 20 Oktober 2014 di gedung serbaguna FKIP UNSRI. Biaya pendaftaran CUMA 25rb :D
Dapat menghubungi cp : 089627459808/089663832429.
BURUAN IKUUT.....,JANGAN SAMPAI KETINGGALAN YAAAAH ^_^
Info lebih lanjut :
Twitter : @HIMAPFIS_UNSRI
Blog : http://himapfis10.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)







